Mengapa Mama Menangis?

November 11, 2008 by yd  
Filed under Renungan

Dedicated to my Mom dan seluruh

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada nya ‘Mengapa mama menangis?’
‘Karena aku seorang ‘, kata sang kepadanya.
‘Aku tidak mengerti’, kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, ‘Dan kau tak akan pernah mengerti’
Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada nya, ‘Mengapa suka menangis tanpa alasan?’
‘Semua menangis tanpa alasan’, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki ,tetap ingin tahu mengapa menangis.

Akhirnya ia menghubungi , dan ia bertanya, ‘, mengapa begitu mudah menangis?’

berkata:
‘Ketika Aku menciptakan seorang ,ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.
Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia;
namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan ‘

‘Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya ‘

‘Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah,dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh ‘

‘Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya ‘

‘Aku memberinya kekuatan untuk mendukung nya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk nya untuk melindungi hatinya ‘

‘Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi nya tanpa ragu ‘

‘Dan akhirnya,
Aku memberinya air mata untuk diteteskan.
Ini adalah khusus miliknya
untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.’

‘Kau tahu:

Kecantikan seorang
bukanlah dari pakaian yang dikenakannya,
sosok yang ia tampilkan,
atau bagaimana ia menyisir rambutnya.’

‘Kecantikan seorang
harus dilihat dari matanya,
karena itulah pintu hatinya -
tempat dimana itu ada.’

Lelaki yang sesungguhnya

October 29, 2008 by yd  
Filed under Renungan

Suatu ketika, ada seorang anak bertanya kepada Ayahnya,
tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya
yang terbungkuk- bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.
Anak itu bertanya pada ayahnya: , mengapa wajah
kian berkerut-merut dengan badan yang kian hari kian terbungkuk?”
Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya.
Anak itu berguman : ” Aku tidak mengerti.” Read more

9 Kalimat yang Ditakuti Lelaki

October 29, 2008 by yd  
Filed under Tips Ngawur

Pernah merasa penasaran dengan apa yang dibicarakan sesama pria mengenai ? Yang jelas, ada beberapa ucapan yang tidak pernah ingin didengar pria dari pasangannya. Kalimat atau sikap apa yang ditakuti kaum ?

1. “Saya sudah memikirkannya…”
Bila seorang benar-benar mengatakan ini, berarti permasalahannya serius. Dan kaum pria dapat menebak, apa yang akan dibicarakan biasanya menyangkut masalah perkawinan, atau yang paling pahit,  minta putus hubungan. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti, “Kenapa kamu mencintai saya?” dan “Pernahkah kamu memikirkan tentang masa depan kita?” Nah, kalau sudah begitu, kaum pria harus pandai-pandai mengalihkan pembicaraan kekasihnya.

2. “Bisa, enggak, bersikap lebih ?”
Tak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan kejantanan seorang pria disinggung atau dipermasalahkan. Umumnya, pria bakal mengallihkan perhatian dan mengatakan, “Bagaimana kalau kamu yang bersikap lebih feminin dan berhenti mengomel?”

3. “Orangtuaku mau ketemu kamu.”
Hal ini dapat berarti:
- Hubungan mengarah pada tingkatan yang serius.
- Secara psikologis, si pria sedang jadi pusat perhatian keluarga kekasihnya.

4. “Maaf, saya sedang sakit kepala.”
Artinya, malam ini tak ada acara berhubungan intim. Bila Anda melihat tidak berbohong dan dia memang sedang lelah pada saat gairah Anda sedang tinggi, berikan obat pusing dan doakan agar dia cepat sembuh.

5. “Kok, enggak kayak pacar saya yang dulu, ya?”
Pada umumnya pria tak pernah membicarakan mantan di depan pacar barunya, kecuali jika “dipaksa” bercerita. Jadi, pria merasa tak siap bila pasangannya menyebutkan mantannya di depannya. Soalnya, berarti sedang dibanding-bandingkan dengan pria lain.

6. “Kamu sedang mikirin apa, sih?”
memang selalu ingin tahu. Mereka ingin tahu apa yang dipikirkan dan dirasakan kaum pria. Mereka sering berprasangka yang tidak-tidak. Di sisi lain, para pria tidak mau membahasnya dan lebih memilih diam.

7. “Menurut kamu, dia cantik, ya?”
Pasangan memergoki Anda sedang memerhatikan seorang seksi, cantik, dan menarik. Bila Anda menjawab, “Enggak, biasa-biasa saja,” akan tahu Anda berbohong dan hasilnya pasti akan saling berbantahan. Jawablah dengan diplomatis, misalnya, “Kamu lihat, tidak, betisnya mulus sekali, ya.”

8. “Menurut kamu, ada sesuatu yang berbeda pada diri saya?”
Pria tahu, bakal dapat masalah besar bila menjawab tak tahu. Semakin lama pria memberi jawaban, akan semakin frustrasi pasangannya. Hal ini justru makin membuat pria bingung dan akhirnya karena tak ingin membuat suasana jadi tak enak, si pria menjawab asal saja, “Oh, kamu baru potong rambut, ya?” Yang terjadi, pasangannya makin kesal karena ternyata bukan rambutnya yang baru dipotong, melainkan memakai sepasang anting baru!

9. “Saya perlu bicara.”
Setiap orang tahu, kok, kata-kata ini biasanya diikuti oleh kalimat yang kurang menyenangkan. Tiga kata ini merupakan pertanda adanya masalah dalam sebuah hubungan. Pertanda akan putusnya suatu hubungan atau paling tidak diskusi yang panjang mengenai bagaimana pria tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Atau sebaliknya, sangat tidak menyenangkan.

Dan…

Bila saya pribadi ditanya seperti itu, maka jawaban saya mungkin akan seperti dibawah ini …

1. “Saya sudah memikirkannya…” kamu baru mulai memikirkannya sedangkan saya sudah hampir melupakannya
2. “Bisa, enggak, bersikap lebih ?”   yu say biar saya tunjukkan ke jantanan Ku dihadapanmu
3. “Orangtuaku mau ketemu kamu.”   Aku akan datang dengan membawa hati Ayam.
4. “Maaf, saya sedang sakit kepala.” Ni Panadol
5. “Kok, enggak kayak pacar saya yang dulu, ya?” Maklum say karena ortu saya waktu buat saya dengan resep dan gaya bercinta yg khusus dan special
6. “Kamu sedang mikirin apa, sih?” Mikirin cemana rasanya kalo lo itu telanjang di depan saya
7. “Menurut kamu, dia cantik, ya?” Yup cantik, lebih cantik dari nenek saya
8. “Menurut kamu, ada sesuatu yang berbeda pada diri saya?”  Jelas susu gantung mu say, beda dengan punya saya.
9. “Saya perlu bicara.” Jangan lama2 ya, nanti berbusa kalo terlalu panjang.

Don’t Try This At Home! wekekeke …

server monitor check web page